Ciamis, Sosio.com,- Kabupaten Ciamis kembali meneguhkan jati dirinya sebagai Kota Paling Harmoni di Indonesia, setelah Mimika Ciamis dan Malang.
Penegasan tersebut disampaikan oleh K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag., atau yang akrab disapa Ang Icep, dalam kegiatan Sarasehan dan Focus Group Discussion (FGD) Kerukunan Umat Beragama yang digelar Sabtu, 31 /1/2026, di kawasan Makin Ciamis.
Dalam pemaparannya, Ang Icep menegaskan bahwa harmoni yang terbangun di Ciamis merupakan hasil perjalanan panjang yang telah dirintis sejak tahun 2007.
Proses tersebut melibatkan komitmen berkelanjutan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh elemen warga dalam menjaga kerukunan, kedamaian, dan kebersamaan di tengah keberagaman.
Menurutnya, salah satu kunci utama terjaganya harmoni di Kabupaten Ciamis adalah kolaborasi lintas sektor, khususnya melalui bidang sosial, seni, budaya, dan olahraga.
Medium-medium tersebut menjadi ruang perjumpaan yang sehat antar warga, memperkuat interaksi sosial, serta menumbuhkan rasa saling menghargai dalam bingkai kebersamaan.
Ang Icep juga mengulas makna filosofis “Ciamis Kota Manis” yang tidak sekadar slogan, melainkan akronim dari Manusia Istiqamah.
Filosofi ini mencerminkan karakter masyarakat Ciamis yang konsisten dalam menjaga nilai-nilai kerukunan, kedamaian, dan persaudaraan, baik dalam kehidupan beragama maupun dalam relasi sosial sehari-hari.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran kampung kerukunan yang berkembang di Ciamis sebagai contoh nyata praktik harmoni sosial.
Kampung kerukunan tersebut dibangun atas keseimbangan antara hablumminallah (hubungan manusia dengan Allah) dan hablumminannas (hubungan manusia dengan sesama), yang melahirkan interelasi harmonik antara praktik ritual keagamaan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Harmoni sejati lahir dari kesalehan individual kepada Allah yang kemudian bermuara pada kesalehan sosial,” tegas
Ang Icep.
Ia berharap nilai-nilai tersebut terus dirawat dan diwariskan lintas generasi, sehingga Ciamis tetap menjadi ruang hidup yang damai, rukun, dan harmonis bagi seluruh warganya, sekaligus menjadi rujukan nasional dalam penguatan kerukunan umat beragama.pungkasnya. (Eddy Ejen)




