spot_imgspot_img

Dari Limbah Jadi Berkah, Lapas Ciamis Latih 19 Warga Binaan Olah Sampah Dapur Jadi Kompos

- Advertisement -

Ciamis, sosio.com,- Upaya membangun kesadaran lingkungan sekaligus membekali keterampilan produktif terus dilakukan Lapas Kelas IIB Ciamis.

Kali ini, sebanyak 19 warga binaan mengikuti Pelatihan Pembuatan Ember Komposter dan Pupuk Kompos dari Limbah Dapur, Rabu (11/2/2026).

Program pembinaan kemandirian berbasis lingkungan tersebut digagas oleh mahasiswa magang pada bidang Pembinaan Kemandirian Lapas Ciamis.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan kerja, tetapi juga perubahan pola pikir.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Ciamis, Ipan, S.H., mengatakan bahwa pengelolaan sampah organik merupakan keterampilan sederhana namun memiliki nilai ekonomi dan manfaat ekologis.

“Melalui pelatihan ember komposter ini, warga binaan belajar bahwa limbah dapur bukan sekadar sampah. Jika dikelola dengan benar, bisa menjadi pupuk kompos yang bermanfaat dan bernilai guna,” ujar Ipan.

Ia menegaskan, pembinaan tersebut dirancang agar aplikatif dan mudah diterapkan di kehidupan sehari-hari setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya.

“Ini bukan hanya soal teknis membuat kompos, tetapi membangun kemandirian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, sudah memiliki bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan, bahkan berpotensi menjadi peluang usaha,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi mengenai pemilahan sampah organik, teknik dasar pengomposan, proses fermentasi, hingga perawatan ember komposter agar menghasilkan pupuk berkualitas.

Selain mengurangi volume sampah organik di dalam lapas, hasil kompos juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pertanian dan penghijauan di lingkungan Lapas Ciamis.

Ipan menambahkan, program pembinaan kemandirian di Lapas Ciamis terus dikembangkan agar selaras dengan prinsip pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan.

“Dari langkah kecil ini kami ingin menumbuhkan kesadaran baru. Warga binaan belajar peduli lingkungan, belajar berkarya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Melalui pelatihan pengolahan sampah organik tersebut, Lapas Kelas IIB Ciamis menegaskan komitmennya menghadirkan model pembinaan berbasis lingkungan yang berdampak nyata, baik selama masa pembinaan maupun setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat. (NS)

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Populer

- Advertisment -