spot_imgspot_img

DPR RI dan BKKBN Jabar Sosialisasikan Cegah Stunting di Depok

Daerah, Sosio: DPR RI Komisi IX dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat menggelar sosialosasi program percepatan penurunan stunting.

Kegiatan tersebut dilaksanka di Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok pada Rabu (11/10/2023).

Anggota Komisi IX DPR RI, Wenny Haryanto hadir bersama Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Fazar Supriadi Santosa, dan Rahmat Maulana selalu Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DP3AP2KB Kota Depok.

Dalam program kemitraan ini, Wenny Haryanto mengedukasj masyarakat terkait pencegahan stunting.

“Demi tercapainya bonus demografi Indonesia Emas, diharapkan 70% penduduk yang masih dalam usia produktif dapat berkontribusi yang positif untuk bangsa dan negara,” ungkapnya.

Untuk mencapai bonus demografi tersebut, menurut Wenny Haryanto diperlukan generasi muda yang sehat dan berkualitas.

“Harus dipastikan bahwa tidak ada lagi balita di Indonesia yang stunting,” ungkap Wenny.

Anggota DPR RI dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan jika kasus stunting di Indonesia harus dilakukan secara kerjasama semua pihak.

“Dengan begitu, angka stunting di Indonesia bisa terus menurun sesuai target pemerintah pusat,”

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan di tahun 2024 bisa menurunkan angka prevalensi stunting menjadi 14 persen.

Sementara itu, Fazar Supriadi Sentosa, Kepala Perwakilan BKKBN Jabar menyampaikan bahwa program pencegahan stunting ini melibatkan semua pihak termasuk pemerintah daerah dan kota .

Fazar menyampaikan untuk percepatan penurunan stunting di Jawa Barat, pihaknya sudah menempatkan tim khusus pendamping keluarga (TPK).

“Tim ini bertugas mengdukasi dan mengadvokasi pasangan yang baru menikah,” jelas Fazar.

TPK ini terdiri dari Bidan, kader penggerak PKK dan kader KB untuk melakukan pendampingan terhadap keluarga yang masih memiliki anak usia remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dalam upaya pencegahan stunting.

“Tim pendamping ini memberikan edukasi tentang pentingnya pencegahan anak stunting, pembinaan keluarga baru, pola asuh anak, dan yang lainnya,” ungkap Fazar.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Populer

- Advertisment -