Ciamis, Sosio.com,- Kabupaten Ciamis mengawali tahun 2026 dengan semangat pembinaan olahraga melalui penyelenggaraan Kejuaraan Satria Galuh Karate Open 2026.
Ajang bergengsi ini resmi dibuka dan menjadi momentum penting dalam pengembangan prestasi olahraga bela diri karate di wilayah Ciamis dan sekitarnya.
Kejuaraan yang diikuti ratusan atlet tersebut berlangsung selama dua hari, 10–11 Januari 2026, bertempat di Gedung Gelanggang Galuh Taruna (GGT) Ciamis. Pembukaan kejuaraan dilakukan langsung oleh Ketua Umum BKC Kabupaten Ciamis, R. Ega Anggara Al-Kautsar, SH, MM.
Dalam sambutannya, Ega menegaskan bahwa Satria Galuh Karate Open tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi serta penguatan ukhuwah antar karateka lintas daerah.
“Alhamdulillah, kita dapat berkumpul dalam suasana yang damai dan penuh kebersamaan. Kehadiran peserta dari Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran, serta berbagai dojo lainnya menunjukkan kuatnya semangat persaudaraan dalam dunia perkaratean,” ujarnya.
Ega juga menekankan bahwa aktivitas kejuaraan karate di bawah naungan FORKI terus berjalan secara aktif, baik di tingkat dojo maupun cabang olahraga. Menurutnya, keterbatasan anggaran olahraga tidak seharusnya menjadi penghalang dalam proses pembinaan atlet.
“Olahraga tidak selalu berbanding lurus dengan anggaran. Karate memiliki manfaat besar bagi kesehatan jasmani dan rohani. Meski saat ini belum melahirkan atlet nasional, saya yakin ke depan akan muncul atlet-atlet andalan yang mampu membanggakan Kabupaten Ciamis,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ega turut menyampaikan ucapan selamat kepada Pengurus FORKI Kabupaten Ciamis periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan H. Asep Rahmat, seraya berharap dunia perkaratean Ciamis semakin maju dan berprestasi.
Sementara itu, Ketua FORKI Kabupaten Ciamis, H. Asep Rahmat, menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan melalui kreativitas, ketekunan, dan keyakinan dalam membentuk karakter atlet karate.
“Pembinaan karate tidak semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter, mental, dan sportivitas. Kejuaraan ini harus menjadi semangat baru untuk menatap masa depan karate Ciamis yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pelatih, wasit, atlet, hingga orang tua, untuk bersinergi menjadikan karate sebagai cabang olahraga unggulan yang mampu mengharumkan nama daerah.
Apresiasi tinggi juga disampaikan Ketua KONI Kabupaten Ciamis, Endang Sutrisna, atas terselenggaranya Satria Galuh Karate Open 2026 di awal tahun. Menurutnya, langkah FORKI Ciamis patut menjadi contoh bagi cabang olahraga lainnya.
“Di saat banyak cabang olahraga belum memulai agenda kegiatan, karate sudah bergerak lebih awal. Ini menunjukkan semangat dan kepemimpinan yang progresif,” ujarnya.
Endang menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran membuat KONI Ciamis harus melakukan seleksi pembinaan terhadap cabang olahraga. Dari total 39 cabang olahraga yang terdaftar, hanya 31 cabang yang mendapatkan pembinaan intensif. Meski demikian, karate tetap menunjukkan potensi besar melalui pembinaan berjenjang mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
“Kami berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang menjunjung tinggi sportivitas dan menjadi kebanggaan Kabupaten Ciamis,” tambahnya.
Berdasarkan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Ahdiat, Satria Galuh Karate Open 2026 diikuti oleh 297 atlet dari 24 kontingen dojo, yang bertanding mulai dari kategori usia dini hingga senior.
“Kejuaraan ini menjadi ajang penjaringan bibit atlet potensial untuk menghadapi kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, 10–11 Januari 2026, di GGT Ciamis,” jelasnya.
Ia berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi sarana pembinaan berkelanjutan serta mendorong kreativitas, mental juang, dan semangat kompetitif para atlet muda dalam dunia karate.(Ejen)




