Daerah, SOSIO: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis meluncurkan Simpul Cinta Generasi Muda (SCGM) sebagai inovasi baru dalam upaya pencegahan stunting.
Gerakan ini menargetkan remaja sebagai agen perubahan utama untuk memutus mata rantai stunting sejak dini.
Peluncuran Simpul Cinta Generasi Muda digelar pada Kamis, 12 Februari 2026, di Auditorium Universitas Galuh (Unigal) Ciamis.
Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor, melibatkan Dinkes Ciamis, Tim Penggerak PKK Kabupaten Ciamis, Yayasan Universitas Galuh, serta berbagai pihak seperti perwakilan puskesmas, mahasiswa, duta kesehatan, dan komunitas remaja.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. H. Rizali Sofiyan, MM, menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah tinggi badan pendek, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia masa depan.
“Pencegahan stunting harus berkelanjutan dan melibatkan semua elemen masyarakat, terutama Generasi Z yang kreatif dan peduli. Simpul Cinta Generasi Muda hadir sebagai wadah inovatif untuk menanamkan kesadaran sejak usia remaja,” ujarnya.
Menurut dr. Rizali, remaja yang mencintai diri sendiri akan lebih peduli terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial.
Hal ini menjadi fondasi kuat untuk mencegah risiko stunting pada generasi mendatang, seperti melalui pola hidup sehat, gizi seimbang, dan pengelolaan emosi yang baik.
Ketua Simpul Cinta Generasi Muda, Riki Agung Saputra, menjelaskan filosofi nama gerakan ini.
“Simpul melambangkan ikatan saling menguatkan, cinta sebagai dasar gerakan—cinta pada diri, sesama, dan masa depan—serta generasi muda sebagai harapan yang perlu diberi ruang berkembang,” katanya.
SCGM berfokus pada tiga pilar utama:Kesehatan fisik: – Mendorong remaja menerapkan pola hidup sehat, perhatian gizi, dan kebugaran tubuh. – Kesehatan mental: Menyediakan ruang aman untuk berbagi, mengelola emosi, serta membangun percaya diri tanpa rasa takut dihakimi. – Kesehatan sosial: Menumbuhkan kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata di masyarakat.
Gerakan ini dirancang sebagai komunitas remaja yang kuat, akan menjangkau pelosok desa, sekolah, dan posyandu.
Remaja diharapkan menjadi duta yang mengedukasi sebaya dengan pendekatan sesuai usia, sehingga pesan pencegahan stunting tersebar luas dan membangun kesadaran kolektif.
Inovasi Simpul Cinta Generasi Muda selaras dengan tren positif penurunan stunting di Ciamis. Data Dinkes menunjukkan prevalensi stunting terus menurun berkat intervensi terpadu, termasuk program deteksi dini pada remaja.
SCGM diharapkan memperkuat upaya ini menuju Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Acara dihadiri perwakilan dari PT Otsuka, Lurah Sindangrasa, Persikindo, SMPN 1 Cijeugjing, serta mahasiswa Unigal.
dr. Rizali menegaskan, kolaborasi ini menandakan komitmen bersama untuk menjadikan generasi muda sebagai ujung tombak pencegahan stunting di Kabupaten Ciamis.




