spot_imgspot_img

Insiden Penyerangan Masa di Bandara Dagestan, Putin Turun Tangan

Internasional, Sosio: Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan darurat para pejabat tinggi keamanan dan penegak hukum. Hal tersebut dilakukan merespon kejadian yang baru saja terjadi.

Sehari setelah insiden penyerangan bandara di Dagestan pesawat Israel Tel Aviv mendarat di wilayah Rusia. Menurut laporan Rusia sementara ratusan lelaki yang marah langsung pergi ke bandara.

Pada saat itu masyarakat di ibu kota wilayah Dagestan yang kebanyakan seorang muslim bergegas mencari penumpang Israel di bandara Makhachkala pada Minggu malam.

Diketahui korban pada saat kejadian di Dagestan ada sekitar 20 orang cedera, dua diantaranya mengalami kritis. Korban yang cedera antara lain dari kalangan polisi dan warga sipil.

Menurut penegak hukum yaitu Kementerian Dalam Negeri ada sekiranya 60 orang yang di tahan dalam kejadian ini. Belum ada tindak lanjut untuk kedepannya apakah akan diberi tuntutan atau tidak.

Akan tetapi dari pihak Komite Investigasi Rusia nampaknya sudah mulai melakukan penyelidikan atas dugaan penyelenggaraan protes.

Kejadian tersebut bermula ketika masa menyerbu bandara dan langsung mengepung pesawat yang berisi penumpang dari Israel.

Kemudian orang-orang langsung meneriakkan meraka dengan slogan-slogan antisemit di bandara Makhachkala (30/10).

Banyak video dan foto yang beredar di media sosial yang memperlihatkan masa yang mengibarkan bendera Palestina dan diperlihatkan masa yang mencoba menggulingkan mobil polisi.

Serta masa yang lainnya membawa spanduk dengan berbagai tulisan protes atas tindakan Israel ke Palestina. Salah satu tulisannya kami tidak menerima pengungsi Yahudi.

Dalam kejadian tersebut masa juga melakukan identifikasi paspor warga Israel untuk memastikan apakah meraka orang Israel. Namun masa akhirnya bisa dibubarkan.

Menurut otoritas penerbangan Rusia bandara Makhachkala masih dalam penutupan hingga selasa pukul tiga dini hari.

Baca Juga: Terjerat Kasus Terorisme, Kini Munarman Bebas Murni

Kremlin menduga kerusuhan yang terjadi akibat adanya campur tangan orang-orang dari pihak luar.

Jubir Presiden Putin Dmitry Peskov mengatakan membahas mengenai upaya barat memanfaatkan kejadian di Timur Tengah untuk memecah belah warga Rusia.

Sampai Dewan Keamanan PBB ikut ambil suara terkait kejadian tersebut saat pertemuan bersama Dewan Keamanan di markas besar PBB di New York (25/10) .

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Populer

- Advertisment -