spot_imgspot_img

Sejarah Zionis dan Perbedaannya dengan Yahudi

Internasional, Sosio: Konflik terkini antara Palestina dan Israel mencuat kebingungan dikalangan masyarakat dalam memahami konsep Israel, Zionis dan Yahudi.

Yahudi adalah kelompok masyarakat global yang memegang tradisi dan ajaran keagamaan khusus yang dikenal sebagai agama Yahudi.

Meskipun demikian, banyak dari keturunan Yahudi tidak selalu mengikuti keyakinan keagamaan ini. Secara umum, Yahudi merujuk pada individu yang memiliki darah keturunan Ibrani.

Di dalam komunitas Yahudi, terdapat suatu aliran keagamaan yang dikenal sebagai Zionisme. Gerakan ini bertujuan untuk mendirikan sebuah negara sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Yahudi.

Istilah itu diartikan sebagai sebuah gerakan politik dan nasional yang menekankan hak bangsa Yahudi untuk memiliki negara mereka sendiri di Tanah Israel, memiliki sejarah yang kaya.

Gerakan ini dimulai pada akhir abad ke-19 di Eropa, merespons kebutuhan untuk melindungi komunitas Yahudi dari diskriminasi dan kekerasan.

Sejarah Zionis

Theodor Herzl, seorang jurnalis Austria, dianggap sebagai bapak pendiri Zionisme, Ia menerbitkan pamflet pada tahun 1896 yang menyatakan perlunya negara Yahudi untuk melindungi dan menyatukan komunitas Yahudi.

Pada Konferensi Zionist Internasional pertama di Basel, Swiss pada tahun 1897, muncul cita-cita untuk mendirikan tanah air bagi bangsa Yahudi.

Gerakan ini bertumbuh seiring waktu, mendapatkan momentum dengan imigrasi massal ke Palestina, wilayah yang saat itu dikuasai oleh Kekaisaran Utsmaniyah.

Kemudian setelah Perang Dunia I, Inggris menduduki Palestina dan mendukung pembentukan negara Yahudi di sana.

Perbedaan antara dengan Yahudi

Zionis adalah mereka yang mendukung konsep mendirikan dan mempertahankan sebuah negara Yahudi di Tanah Israel.

Istilah tersebut berasal dari latar belakang yang berbeda baik agama maupun budaya, sementara Yahudi merupakan kelompok etnis dan agama yang mempraktikkan Yudaisme.

Tidak semua orang Yahudi adalah Zionis, dan sebagian besar Zionis bukanlah imigran ke Israel, ada juga Yahudi yang menentang ideologi Zionis.

Baca Juga: Asal-Usul Ayam Geprek, Makanan Favorit Mahasiswa

Mereka menekankan pada kepercayaan agama atau pandangan politik yang berbeda, disisi lain ada juga non-Yahudi yang mendukung gerakan Zionis.

Perbedaan pemahaman dan identitas antara Zionis dan komunitas Yahudi adalah kompleks, ada yang mendukung Zionisme karena pandangan politik atau nasionalisme.

Sementara yang lain menekankan aspek agama dan kepercayaan dalam identitas Yahudi mereka.

Sejarah dan perbedaan antara Zionis serta Yahudi mencerminkan dinamika kompleks dalam sejarah, identitas, dan pandangan politik di kalangan komunitas Yahudi dan di antara pendukung gerakan Zionis di seluruh dunia.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Populer

- Advertisment -