spot_imgspot_img

Alasan Dokumenter Wawancara Jessica Wongso Dihentikan Petugas

Dalam film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso terdapat potongan wawancara dengan terpidana Jessica Wongso yang menuai ramai diperbincangkan. Khususnya, saat adegan wawancara tersebut diberhentikan petugas.

Sudah 7 tahun berlalu terkait kasus pembunuhan Mirna yang sekarang kembali muncul lewat film dokumenter. Wawancara eksklusif dengan terpidana dalam film tersebut menjadi sorotan publik.

Dalam adegan tersebut, terdengar suara pria diduga petugas memotong wawancara keterangan Jessica. Sejak kejadian itu, Produser film tidak diizinkan kembali mewawancarai terpidana Jessica Wongso.

Seusai viral terkait dihentikannya wawancara dengan Jessica Kumala Wongso, Kalapas Pondok Bambu Ade Agustina memberikan komentarnya terkait larangan adegan wawancara tersebut.

Ade Agustina mengatakan belum bisa memberikan penjelasan rinci, karena belum melihat film itu secara menyeluruh.

“Sebab ketika adanya peliputan dokumenter itu saya belum bertugas di Lapas Pondok Bambu. Makanya saya perlu melihat terlebih dahulu dokumen yang dimaksud. Juga belum bisa memberikan komentar lainnya,” kata Ade saat dikonfirmasi, Jumat (29/09).

Sebelumnya, diketahui Ade Agustina sebelum mengisi jabatan Kalapas Pondok Bambu, Ia terlebih dahulu menjabat sebagai Kalapas kelas II B Yogyakarta.

Sementara itu, Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham berkomentar terkait potongan wawancara film dokumenter Jesica yang tiba-tiba dihentikan petugas.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak memberikan izin peliputan pada produser film karena alasan pembinaan.

“Soal tidak diberikannya izin, karena peliputan itu bukan berhubungan dengan pembinaan, yang disyaratkan dalam Permenkumham mengenai izin liputan di tempat pemasyarakatan,” ucap Kabag Humas dan Ditjen Kemenkumham Rika Aprianti saat dikonfirmasi, Minggu (01/10).

Lebih lanjut, Rika mengatakan bahwa wawancara tersebut terjadi di tahun 2022. Diketahui pada saat itu, Indonesia masih menerapkan status pandemi Covid-19. Bahkan juga membatasi kunjungan keluarga dengan menggantinya secara virtual.

“Ya Saat itu, masih penerapan status pandemi Covid-19 (Februari) bahkan kami membatasi kunjungan keluarga dengan menggantinya secara virtual,” terangnya.

Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila Ternyata Berbeda! Berikut Penjelasannya

Ade Aprianti menyampaikan bahwa kondisi Jessica Wongso dalam keadaan baik. Ia menuturkan bahwa tidak ada perlakuan lebih kepada Jessica serta menyetarakan dengan binaan lainnya.

“Semenjak saya bertugas selam 10 bulan disini, kondisi Jessica baik-baik saja dan tidak ada perlakuan lebih sama halnya dengan yang lain. Semua warna binaan mendapatkan perlakuan sama, baik dalam arti positif dan negatif semuanya ikut aturan,” ujar Ade.

Ade menambahkan, perlakuan yang demikian juga dilakukan oleh pimpinannya sebelumnya.

Terkait soal izin wawancara di Lapas Pondok Bambu, Ia menjelaskan bisa saja asal berhubungan dengan program pembinaan.

“Boleh saja melakukan wawancara dengan Jessica Wongso ataupun yang lainnya. Asalkan berkenaan dengan program pembinaan, sebab tugas besar kami adalah itu,” pungkas Ade Agustina.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Populer

- Advertisment -