spot_imgspot_img

Baliho Ganjar-Mahfud dicopot, Begini Respon Jokowi

Nasional, Sosio: Pencabutan baliho Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan atribut partai PDIP selama kunjungan Presiden Joko Widodo di Gianyar, Bali, telah menciptakan perbincangan.

Jokowi akhirnya memberikan tanggapannya terkait pencopotan ini. Ia tiba-tiba membahas isu pencabutan baliho Ganjar-Mahfud dalam wawancara dengan media setelah upacara groundbreaking Bandara IKN.

Dia menegaskan keinginannya untuk menyampaikan pandangannya terkait peristiwa ini.

Presiden juga menyerukan kepada pemerintah daerah agar lebih berhati-hati dalam penataan atribut partai.

Menurutnya, penting bagi pemerintah daerah untuk meminta izin dari pengurus partai terkait pemindahan atribut.

Jokowi menyatakan bahwa pemerintah daerah dianjurkan untuk meminta persetujuan dari pengurus partai di wilayah tersebut serta berinteraksi dengan pengurus partai setempat guna mengalihkan sejumlah atribut partai politik.

Dia menegaskan bahwa ASN, TNI, Polri, dan semua pihak terkait harus tetap netral, Jokowi menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dan pengurus partai terkait pemindahan atribut, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Disisi lain Ganjar menyatakan keheranannya saat bendera PDIP dan baliho dicopot oleh Satpol PP, menyampaikan bahwa jika tidak ada pelanggaran seharusnya tidak perlu dilakukan pencopotan.

Selain itu, Ganjar mengajak semua pihak untuk menjaga agar Pemilu 2024 dapat berlangsung dengan aman dan damai, sambil berharap agar aparatur negara tetap netral dalam kontestasi politik tahun depan.

Sebelumnya, baliho Ganjar Pranowo dan Mahfud Md beserta bendera PDIP di sekitar Balai Budaya Batubulan, Kabupaten Gianyar, dicopot sebelum kedatangan Jokowi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, mengungkapkan keputusan pencabutan baliho yang menampilkan Ganjar-Mahfud di Batu Bulan, Gianyar.

Menurutnya, perintah tersebut diberikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, Dharmadi menyatakan bahwa pada hari Selasa (31/10), pukul 08.30 Wita.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Atasi Vertigo dan Cara Mencegahnya

Dia juga menegaskan bahwa semua lokasi yang dikunjungi Presiden Jokowi harus bersih dari tanda-tanda partai politik guna menciptakan suasana netral dan menghindari kesan dukungan kepada salah satu calon presiden.

Dharmadi menjelaskan bahwa tindakan ini untuk menjaga netralitas acara dalam kunjungan Presiden dan menghindari penafsiran bahwa ada dukungan terhadap salah satu calon presiden.

Dia juga menyebut telah berupaya menghubungi pihak terkait dari partai tersebut namun belum mendapatkan tanggapan.

Satpol PP hanya melakukan pengamanan terhadap atribut yang dicopot dan akan mengizinkan partai untuk memasang kembali atributnya nanti.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Populer

- Advertisment -