spot_imgspot_img

PDIP Sebut Gibran sebagai Kader yang Membangkang

Nasional, Sosio: Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka disebut oleh PDIP sebagai kader yang membangkang

Gibran aresmi ditunjuk sebagai Cawapres Prabowo Subianto, kini mulai banyak diperbincangkan.

Hal demikian terjadi karena status Gibran di PDIP hingga saat ini dipertanyakan, terlebih tidak adanya keterangan pemberhentian resmi atas keanggotaan Gibran di partai.

Bukan hanya soal status keanggotaan, kini PDIP memiliki sudut pandang yang berbeda kepada bakal cawapres Prabowo tersebut. PDIP menilai Gibran sebagai kader yang membangkang.

Pandangan tersebut disampaikan oleh ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, yang menyebutkan bahwa setiap kader PDIP harus sejalan dengan instruksi dari Ketum partai.

Diketahui, PDIP saat ini mengusung dan mendukung Paslon Ganjar-Mahfud di pilpres 2024.

Pada awalnya Basarah menyinggung terkait aturan berorganisasi yang wajib diikuti oleh setiap anggota.

Terlebih, kata basarah, status Gibran bisa dikatakan sebagai elite partai kerena telah dipercayai menjadi Walikota Solo.

“Kami juga mempunyai aturan dalam berpartai, seperti aturan mainnya. Jika dikaitkan dalam bernegara, kita sebagai warganegara diikat dengan kesepakatan-kesepakatan yang disebut rule of game dalam bermasyarakat,” ujar Ahmad basarah ketika ditemui di sekolah kader PDIP, kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10).

“Jadi, setiap kader PDIP harus ikuti arahan. Terlebih sosok Mas Gibran yang diberikan mandat dari partai dan masyarakat untuk menjadi seorang Walikota Solo. Dengan kata lain Mas Gibran termasuk salah satu elite di PDIP,” sambung Basarah.

Basarah juga menilai Gibran memahami betul atas anggaran dasar PDIP. Seperti dalam konteks pemilu, kongres telah memutuskan bahwa Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang diberi kewenangan oleh kader untuk memutuskan siapa bakal capres dan cawapres yang diusung.

Kemudian, ketika Gibran keluar dari skema PDIP, lanjut Basarah, dia telah melakukan pembangkangan. Karenanya, mengambil keputusan di luar garis besar keputusan partai.

“Baik secara konstitusi atau aturan partai Mas Gibran telah melakukan suatu pembangkangan, dirinya bertindak diluar garis keputusan partai,” kata Basarah.

Baca Juga: Israel Tolak Visa Pejabat PBB setelah Pidato Guterres soal Gaza

“Saat Mas Gibran memutuskan untuk keluar dari garis keputusan partai mengenai arah politik partai di Pilpres 2024, mas Gibran malah mencalonkan diri sebagai bakal cawapres,” sambungnya.

Kemudian, Basarah menuturkan bahwa saat ini PDIP menunggu etika politik yang baik dari Gibran itu sendiri. Basarah menyebut PDIP menunggu Gibran untuk mengembalikan KTA atau Kartu Tanda Anggota.

“Jadi yang saat ini kita menunggu etika politik dari Mas Gibran yang menjadi bakal Cawapres Pak Prabowo. Maka etika politik itu yang kami tunggu dengan seharusnya ia mengembalikan KTA PDIP,” ujarnya.

“Kalau boleh pinjam istilahnya dari Mas Rudy Solo, yang kalau orang itu datang tampak muka dan kembali tampak punggungnya,” pungkas Basarah.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Populer

- Advertisment -