spot_imgspot_img

Presiden Jokowi Buka Gelaran Istana Berbatik 

 

Presiden Jokowi beserta ibu Iriana turut hadir di acara Istana Berbatik 2023 di halaman Istana Merdeka, Jakarta pada malam ini. Ia didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta istri.

Gelaran Istana Berbatik merupakan acara awal dalam memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober. Terlihat Presiden dan Wapres datang di istana sekitar pukul 18.46 WIB.

Presiden terlihat mengenakan busana batik dipadukan dengan celana hitam serta didampingi sang istri yang nampak juga memakai batik warna kuning keemasan.

Kedatangan Presiden sontak disambut meriah tepuk tangan antusias para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Presiden Jokowi menyempatkan bersalaman dengan beberapa tamu undangan yang turut hadir.

Malam Istana Berbatik 2023 juga dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, seperti para menteri kabinet, Kepala lembaga, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan para duta besar (dubes) negara lainnya.

Dalam pergelaran Istana Berbatik Ini, Wamenparekraf yakni Angela Tanoesoedibjo menuturkan bahwa acara Istana Berbatik digelar untuk menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada esok hari.

Lebih lanjutnya Ia menjelaskan bahwa inti acara tersebut akan menampilkan peragaan busana khususnya batik yang diikuti 500 peserta.

Adapun peserta tersebut terdiri dari sejumlah pejabat negara, pihak kementerian, BUMN, Publik figure, serta para duta besar negara sahabat.

“Gelaran Istana Berbatik bukan hanya seremonial belaka dalam peringatan Hari Batik. Namun membawa pesan, yakni bahwa Indonesia ini kaya akan warisan budaya, salah satunya Batik,” kata Angela, Jumat (29/09).

Selain itu juga, dengan keterlibatan para dubes sejumlah negara sahabat yang akan turut serta sebagai model dalam acara ini.

Diharapkan Istana berbatik dapat menjadi sarana dalam ajang mempromosikan batik ke internasional.

Baca Juga: Cara Menangani Anak yang Kecanduan Gadget

Dalam gelaran kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk menjaga Batik sebagai warisan budaya dari Indonesia.

Perlu diketahui UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda sejak tanggal 2 Oktober 2009.

“Dengan adanya acara ini diharapkan sebagai bukti keberpihakan pemerintah khususnya, kepada perajin batik yang sekaligus penggerak UMKM Ekraf. Tidak hanya itu, juga sebagai usaha mempromosikan batik ke dalam maupun luar negeri,” tambahnya.

“Kami merencanakan acara ini dengan pesan batik yakni warisan budaya Indonesia yang tak lekang oleh waktu, dari dulu sampai sekarang masyarakat kita senantiasa memakai batik,” tegas Angela.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Populer

- Advertisment -