spot_imgspot_img

Polri Usut upaya Pengaturan Skor di Liga 2

Satgas Antimafia Bola Polri, dalam hal ini Irjen Asep Edi Suheri tengah mengusut kasus match fixing atau sering dikenal pengaturan skor di Liga 2.

Enam tersangka kasus praktik pengaturan skor pada Liga 2 telah ditetapkan oleh Satgas Antimafia Bola Polri.

Kasatgas Antimafia bola sekaligus Wakabareskrim Polri mengungkapkan modus pengaturan skor di Liga 2 yaitu tidak mengangkat bendera saat ada lemain yang terjebak offside.

“Modus yang dilakukan oleh wasit itu tidak mengangkat bendera offside. Hal itu dilakukan untuk memenangkan klub x,” ujarnya di Mabes Polri, Jaksel, pada Rabu (27/09).

Diketahui Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI dan Kapolri Jenderal Listiyo Sigit adalah yang membentuk Satgas Antimafia Bola Polri ini.

Asep mengungkapkan dibentuknya Satgasmafia Bola ini berdasarkan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo dengan tujuan agar sepak bola terbebas dari mafia.

“Tujuan dibentuknya Satgas ini agar sepak bola di Indonesia terbebas dari mafia, terlebih banyak mafia pada sepak bola Indonesia,” tuturnya.

Dalam kasus lengaturan skor Liga 2 ini, diketahui tim Satgas Polri telah menghadirkan 6 ahli pidana dan masih menelusuri tersangka yang lainnya.

“Kasus ini akan kami usut lebih dalam, karena bisa jadi ada keterlibatan pihak lainnya dalam kasus ini,” ujarnya.

Satgas yang dibentuk atas instruksi Presiden Jokowi ini berbuah hasil dengan terungkapnya enam tersangka yang terlibat praktik pengaturan skor.

Empat tersangka tersebut yaitu asisten wasit berinisial T, wasit tengah berinisial R, wasit cadangan berinisial A, LO wasit berinisial K, asisten wasit berinisial R serta kurir uang berinisial A.

Baca Juga: Pemain Aston Villa Keluhkan Jersey yang Kurang Menyerap Keringat

Asep mengungkapkan kasus tersebut terjadi dalam gelaran sepak bola Indonesia mulai tahun 2018 – 2022.

Selain itu, terangnya, tidak menutup kemungkinan masih banyak kejadian pengaturan skor dalam kompetisi Liga 2 musim 2023/2024.

“Kami akan menjaga kondusifitas sepak bola di Indonesia dari mafia yang melakukan perngaturan skor seperti yang terjadi di Liga 2 musim 2018-2022,” pungkasnya.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Populer

- Advertisment -