spot_imgspot_img

Ciamis Perjuangkan Masuk Tahap Pertama Pembangunan Sekolah Rakyat di Panjalu

- Advertisement -

Ciamis, sosio.com,- Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mengupayakan agar pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Panjalu dapat masuk dalam tahap pertama program nasional.

Meski pada awalnya Ciamis belum termasuk daerah prioritas tahap pertama, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya memastikan pihaknya tidak tinggal diam dan terus melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.

Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menyampaikan, pihaknya telah menyampaikan permohonan secara langsung kepada Menteri Sosial Republik Indonesia agar Kabupaten Ciamis dapat dipertimbangkan masuk tahap pertama pembangunan Sekolah Rakyat. Upaya tersebut mendapat respons positif dari Menteri Sosial.

“Alhamdulillah, Pak Menteri merespons dengan baik. Namun ada syarat utama yang harus segera kami selesaikan, yaitu status lahan harus clear and clean paling lambat dua bulan ke depan,” ujar Bupati Herdiat, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, terdapat tiga kabupaten dan dua kota di Indonesia yang sebenarnya masuk tahap pertama, namun belum dapat direalisasikan karena persoalan lahan yang belum tuntas.

Dikatakan Herdiat Pemerintah Kabupaten Ciamis harus mampu menyelesaikan persoalan lahan agar tidak mengalami hal serupa.

“Kalau dalam dua bulan ke depan lahan bisa diselesaikan dan dinyatakan clear and clean, insya Allah pembangunan Sekolah Rakyat di Ciamis bisa dilaksanakan tahun ini. Ini kabar baik, tinggal bagaimana kesiapan kita,” ungkapnya.

Terkait lokasi, Bupati menyebut Kecamatan Panjalu menjadi opsi utama karena telah tersedia beberapa bidang tanah yang dinilai strategis. Namun, lahan tersebut harus memenuhi persyaratan, salah satunya tidak termasuk kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Kalau termasuk LP2B, itu tidak bisa dinyatakan clear and clean. Di Panjalu sebenarnya ada beberapa titik yang cocok, bahkan total luasnya lebih dari 50 hektare, meski lokasinya tersebar,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Ciamis sempat mengajukan lokasi di wilayah Maloya. Namun berdasarkan hasil verifikasi tim, lokasi tersebut dinilai tidak layak karena kontur dan kemiringan tanah yang terlalu tajam sehingga membutuhkan biaya besar untuk pematangan lahan.

Terkait status kepemilikan tanah desa, Bupati Herdiat menuturkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah opsi, mulai dari tukar-menukar lahan, hibah antarpemerintah, hingga pembelian lahan jika memungkinkan.

“Bisa melalui tukar guling, saling menghibahkan, atau pemerintah daerah membeli tanah di sekitar lokasi. Prinsipnya, tidak merugikan desa dan tetap sesuai aturan,” tuturnya.

Lebih jauh, Bupati Herdiat menegaskan alasan kuat Pemerintah Kabupaten Ciamis memperjuangkan kehadiran Sekolah Rakyat.

Menurutnya, program tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya mereka yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.

“Sekolah Rakyat ini luar biasa. Dari mulai pendidikan, seragam, asrama, hingga konsumsi ditanggung negara.

Anak-anak mendapatkan tiga kali makan dan dua kali makanan ringan setiap hari. Sementara di luar sana, masih banyak masyarakat kita yang belum tentu bisa makan tiga kali sehari,” imbuhnya.

Herdiat berharap seluruh proses persiapan dapat berjalan lancar sehingga pembangunan Sekolah Rakyat di Panjalu dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Ciamis. (Eddy Ejen)

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Populer

- Advertisment -