Ciamis, sosio.com,- Pondok Pesantren Darussalam terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kerja sama internasional di bidang pendidikan. Sejak tahun 2008, Ponpes Darussalam secara konsisten menjalin kemitraan dengan Pemerintah Jepang, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan pertukaran pelajar santri.
Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, yang akrab disapa Ang Icep, menjadi tokoh sentral dalam terjalinnya hubungan strategis tersebut.
Melalui inisiatif dan komunikasi yang intensif, kerja sama antara Ponpes Darussalam dan Pemerintah Jepang terus berkembang hingga saat ini.

Sebagai bentuk penguatan hubungan bilateral tersebut, Duta Besar Jepang untuk Indonesia mengundang para tokoh nasional, ulama, dan pimpinan pesantren dalam acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama yang digelar di kediaman resmi Duta Besar Jepang di kawasan Kebayoran, Jakarta, pada Senin (2/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para kiai serta pimpinan Pondok Pesantren yang telah berkenan bekerja sama dengan Pemerintah Jepang dalam bidang pendidikan.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian penting dari upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara, khususnya dalam meningkatkan pertukaran budaya dan pendidikan antara Indonesia dan Jepang.
Acara silaturahim tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkokoh jalinan kerja sama yang telah terbangun selama lebih dari satu dekade.
Sejak dimulainya kerja sama pada tahun 2008, Ponpes Darussalam telah melaksanakan dua tahap program pertukaran pelajar, di mana para santri diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti kegiatan pendidikan dan pengenalan budaya.
Program ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi pendidikan lintas negara yang telah dirintis sejak awal.
KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Jepang kepada Ponpes Darussalam.
Ia juga menuturkan bahwa setiap tahun dirinya menerima undangan resmi untuk menghadiri kegiatan silaturahim tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kerja sama yang berkelanjutan.
“Hubungan ini bukan hanya kerja sama formal, tetapi juga ikatan persaudaraan dan saling memahami antarbangsa melalui jalur pendidikan,” ujarnya.
Ke depan, Ang Icep berharap kerja sama dapat terus dikembangkan, baik melalui peningkatan jumlah peserta pertukaran pelajar maupun penguatan program pendidikan lainnya, demi mencetak generasi santri yang berwawasan global, berakhlak, dan berdaya saing internasional,” pungkasnya. (Eddy Ejen)




