CIAMIS, sosio.com,- Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lapas Kelas IIB Ciamis menghadirkan pendekatan pembinaan yang komprehensif melalui tiga agenda terpadu dalam satu hari, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan tersebut meliputi pembagian paket sembako, Tarhib Ramadhan, serta penguatan komunikasi dan disiplin melalui program Tesa Manis.
Langkah ini menegaskan bahwa momentum Ramadhan tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan dijadikan ruang refleksi, penguatan nilai spiritual, serta penegasan komitmen pembinaan yang lebih humanis dan berdampak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi sosial pembagian 20 paket sembako kepada keluarga warga binaan dan masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan lapas. Penyerahan dilakukan langsung oleh pejabat struktural dan jajaran pegawai.
Bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat menjelang puasa.
Aksi ini menjadi simbol bahwa pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan internal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan sosial ini sekaligus memperkuat citra lembaga pemasyarakatan sebagai institusi yang hadir, peduli, dan memberi manfaat nyata.
Suasana khidmat terasa di Aula Lapas saat digelar Tarhib Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dirancang untuk membekali warga binaan secara mental dan spiritual agar mampu menjalani ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan.
Acara diisi dengan pembagian hadiah lomba dakwah dan cipta puisi, penampilan marawis oleh Grup Marawis Lapas Ciamis, serta Tabligh Akbar oleh Ustadz Misjun Sidiq.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak warga binaan menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri.
“Ramadhan adalah bulan perbaikan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah,” ujarnya.
Pesan tersebut disambut dengan penuh perhatian, menciptakan suasana reflektif yang mendalam di tengah warga binaan.
Sebagai penutup, digelar kegiatan Tesa Manis yang dibuka oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik serta Kegiatan Kerja, James P. Tampubolon, bersama Kepala KPLP Erossyan Fred Adityawan dan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Y.W. Robinson Sauyai.
Melalui dialog interaktif, jajaran struktural menyampaikan pengarahan terkait pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, serta partisipasi aktif dalam seluruh program pembinaan.
James menegaskan bahwa perilaku baik dan keterlibatan aktif menjadi salah satu indikator utama dalam pengusulan program integrasi dan pemberian remisi. Selain itu, warga binaan juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, serta ketertiban sebagai tanggung jawab bersama.
Forum tersebut juga membuka ruang komunikasi dua arah, memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terkait pemenuhan hak-hak mereka.
Pelaksanaan tiga kegiatan dalam satu hari mencerminkan strategi pembinaan terpadu yang menyentuh aspek sosial, spiritual, dan kedisiplinan secara berimbang. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai titik balik untuk memperkuat semangat perubahan dan kebersamaan.
Dengan pendekatan ini, Lapas Ciamis terus mendorong terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang religius, aman, kondusif, dan berorientasi pada pembinaan karakter sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar. (NS)




