Ciamis, Sosio.com,- Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan Pesantren Ramadan tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 1447 H/2026 M kategori jurnalis di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus refleksi bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik secara beretika dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, yang memberikan pembinaan dan motivasi kepada para jurnalis yang mengikuti Pesantren Ramadan.
Sekda menekankan pentingnya niat yang tulus dan kesungguhan dalam menjemput kebaikan, terutama di bulan suci Ramadan. Menurutnya, waktu yang singkat dalam kegiatan tersebut harus dimaknai sebagai momentum memperkuat pedoman hidup, khususnya bagi jurnalis yang setiap hari berhadapan dengan berbagai dinamika informasi.
“Teman-teman media memiliki profesi yang sangat menantang. Batas antara kebaikan dan keburukan dalam penyampaian informasi itu sangat tipis. Karena itu, diperlukan tuntunan, etika, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan profesi jurnalistik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penyampai informasi sekaligus jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Informasi yang disampaikan oleh media, menurutnya, menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
“Informasi dari teman-teman media menjadi bahan koreksi dan pengetahuan bagi kami di pemerintah. Dari situ kami bisa mengetahui mana yang harus segera ditindaklanjuti dan mana yang perlu menjadi bahan kebijakan cepat. Karena itu, akurasi dan penggunaan hati dalam menyampaikan informasi sangatlah penting,” tegasnya.
Sekda juga mengingatkan pentingnya menjaga etika jurnalistik, menyeimbangkan antara hak dan kewajiban, serta berhati-hati dalam memilih diksi agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan atau menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga membawa manfaat bagi kesehatan fisik. Menurutnya, puasa menjadi proses regenerasi tubuh sekaligus penyucian diri agar manusia kembali kepada fitrah.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga proses penyucian diri. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan hari ini menjadi bekal kebaikan yang bermanfaat di masa mendatang,” katanya.
Di akhir sambutannya, Sekda menyampaikan optimisme bahwa jurnalis memiliki peran besar dalam membawa perubahan positif melalui karya-karya jurnalistik yang disampaikan kepada publik.
“Dalam satu hari, teman-teman bisa mengubah Ciamis, bisa mengubah Jawa Barat, bahkan Indonesia dan dunia menjadi lebih baik melalui informasi yang disampaikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Fadlil Yani Ainusyamsi yang akrab disapa Kang Icep, menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan kategori jurnalis ini merupakan kali kedua diselenggarakan.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ciamis, khususnya Sekretaris Daerah, yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai ruang pembelajaran spiritual bagi insan pers.
Menurut Kang Icep, jurnalis memiliki peran yang sangat besar dalam menggerakkan umat melalui literasi, gagasan, serta pemikiran yang disampaikan kepada masyarakat.
“Bukan hanya ulama yang membimbing umat. Media juga memiliki peran yang sama, hanya kapasitasnya berbeda. Melalui tulisan, literasi, dan gagasan, jurnalis turut membentuk arah pemikiran masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya mempelajari ilmu agama secara langsung kepada para guru dan ulama agar memperoleh pemahaman yang benar sekaligus keberkahan.
“Belajar agama tidak cukup hanya dari YouTube. Kita perlu bertemu langsung dengan ustaz, kyai, dan guru agar mendapatkan keberkahan ilmu,” katanya.
Kang Icep pun menyampaikan terima kasih kepada para jurnalis yang selama ini turut memberitakan berbagai kegiatan pesantren sehingga membantu memperluas jangkauan informasi tentang pesantren kepada masyarakat.
Kegiatan Pesantren Ramadan kategori jurnalis ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah, ulama, dan insan pers dalam membangun Kabupaten Ciamis melalui penyampaian informasi yang beretika, akurat, dan penuh tanggung jawab. (Eddy Ejen)




