CIAMIS, sosio.com – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kelurahan Kertasari terus menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam memperkuat gerakan infaq kencleng “Karasa” (Kertasari Rajin Sedekah) melalui kegiatan sosialisasi dan penguatan kelembagaan di Aula Kecamatan Ciamis, Sabtu (7/2/2026).
Sosialisasi tersebut menjadi momentum penting bagi UPZ Kelurahan Kertasari untuk memperkuat kembali partisipasi masyarakat dalam pengelolaan infaq, sekaligus mempertegas peran UPZ sebagai ujung tombak penghimpunan dan penyaluran dana keagamaan di tingkat kelurahan.
Dalam kegiatan disampaikan kabar membanggakan, di mana UPZ Kelurahan Kertasari berhasil menembus empat besar UPZ terbaik tingkat Kabupaten Ciamis berdasarkan penilaian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis.
Capaian yang menjadi bukti nyata hasil kerja kolektif dan sinergi antara UPZ, Pemerintah Kelurahan Kertasari, serta masyarakat dalam mengelola zakat, infaq, dan sedekah secara berkelanjutan.
Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Ciamis, Amas Muhammad Tamsis, S.Ag., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pembentukan UPZ di tingkat kecamatan, desa, kelurahan, hingga instansi merupakan amanat regulasi.
“UPZ berperan penting dalam mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat agar zakat, infaq, dan sedekah dapat ditunaikan secara tepat, aman, dan sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.
Dengan semangat kepedulian sosial dan gotong royong, UPZ Kelurahan Kertasari diharapkan mampu terus meningkatkan kinerja serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ciamis.
Sementara itu, Ketua UPZ Kecamatan Ciamis, H. Ridwan, menyampaikan apresiasi atas kinerja UPZ Kelurahan Kertasari. Ia menilai inovasi infaq kencleng “Karasa” sebagai langkah strategis yang efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat secara luas.
“UPZ Kelurahan Kertasari dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi UPZ lainnya, khususnya di wilayah Kecamatan Ciamis. Inovasi, pembinaan berkelanjutan, dan optimalisasi peran UPZ harus terus diperkuat agar manfaat zakat dan infaq benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Pemerintah Kelurahan Kertasari, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, para ketua RW dan RT, serta seluruh mitra UPZ yang selama ini aktif mendukung penghimpunan dan penyaluran dana infaq kencleng “Karasa”.
Dalam laporannya, Ketua UPZ Kelurahan Kertasari, H. Use, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan amanah sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kinerja.
Ia menyebutkan bahwa gerakan infaq kencleng “Karasa” telah berjalan selama satu tahun sejak dideklarasikan di lokasi yang sama.
“Kencleng Karasa adalah program Kertasari Rajin Sedekah, di mana setiap rumah memiliki kencleng yang dikumpulkan setiap bulan melalui UPJ, kemudian disetorkan ke BAZNAS,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sejak program tersebut diluncurkan, penghimpunan infaq yang sebelumnya hanya sekitar Rp3 juta per bulan meningkat signifikan menjadi Rp33 juta pada bulan pertama, dan Rp34 juta pada bulan kedua.
Meski demikian, H. Use mengakui bahwa pada bulan-bulan berikutnya terjadi penurunan penghimpunan hingga sekitar Rp20 juta pada akhir Desember. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh menurunnya partisipasi masyarakat serta berkurangnya nominal infaq.
“Namun demikian, UPZ Kelurahan Kertasari tetap mampu bertahan di sepuluh besar, bahkan masuk empat besar penghimpun infaq terbanyak di Kabupaten Ciamis. Ini menunjukkan potensi besar yang masih bisa terus dikembangkan,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, pihaknya berharap dapat melakukan penyegaran kembali guna menggugah semangat dan partisipasi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa dana infaq yang dihimpun akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Kami berkomitmen mengelola infaq dengan mengedepankan nilai kebersamaan, keikhlasan, transparansi, dan kehati-hatian, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta berharap kebersamaan dan kekuatan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dijaga dan ditingkatkan demi keberlanjutan program infaq kencleng “Karasa”. (Eddy Ejen)




