spot_imgspot_img

Pelayanan Humanis RSUD Ciamis Selamatkan Bocah Korban Gigitan Ular

- Advertisement -

CIAMIS, sosio.co. Di sebuah sudut ruang perawatan RSUD Ciamis, harapan yang sempat nyaris padam itu akhirnya kembali menyala. Dilan, bocah yang beberapa hari lalu terbaring lemah akibat gigitan ular, kini bisa pulang dengan senyum yang perlahan kembali merekah.

Namun di balik senyum itu, tersimpan kisah perjuangan yang tak sederhana tentang rasa cemas, keterbatasan ekonomi, dan kepedulian yang hadir di saat paling genting.

Peristiwa bermula saat Dilan mengalami gigitan ular yang dengan cepat membuat tubuhnya membengkak. Kondisinya terus memburuk hingga membuat keluarga panik dan segera membawanya ke RSUD Ciamis.

Sesampainya di rumah sakit, waktu menjadi sangat berharga. Tim medis bergerak cepat memberikan penanganan intensif untuk mencegah racun menyebar lebih luas dan mengancam nyawanya.

Selama tiga hari, Dilan menjalani perawatan dalam kondisi yang sempat mengkhawatirkan. Setiap detik terasa panjang bagi keluarga yang menunggu dengan penuh kecemasan.

Namun perlahan, harapan mulai tampak. Kondisinya berangsur membaik hingga akhirnya dinyatakan stabil oleh tim dokter.

Di tengah perjuangan medis tersebut, ada kisah lain yang tak kalah berat. Dilan hidup dalam keterbatasan bersama ayah dan kakeknya, Muslih, yang sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu.

Untuk memenuhi kebutuhan makan saja kerap kesulitan, apalagi harus menghadapi biaya pengobatan rumah sakit yang tidak sedikit.

Dalam kondisi terdesak, Muslih berusaha mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai satu-satunya harapan agar cucunya tetap bisa mendapatkan perawatan.

“Saya benar-benar tidak punya apa-apa. Untuk makan saja kadang bingung. Saya hanya kerja jaga parkir dan bantu menyeberangkan kendaraan,” ujar Muslih dengan mata berkaca-kaca.

Kecemasan itu bukan tanpa alasan. Di berbagai tempat, persoalan biaya dan administrasi masih kerap menjadi penghalang bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Namun pengalaman berbeda justru dirasakan keluarga Dilan di RSUD Ciamis. Tanpa proses berbelit dan tanpa tekanan biaya, pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan maksimal. Keselamatan pasien menjadi prioritas utama.

Bahkan, ketika kondisinya telah membaik, Dilan diizinkan pulang tanpa harus dibebani biaya yang tak mampu ditanggung keluarganya. Tangis syukur pun pecah. Rasa lega bercampur haru menyelimuti keluarga kecil itu.

“Saya tidak menyangka sama sekali. Ini sangat membantu kami. Terima kasih banyak kepada semua yang sudah menolong cucu saya,” ucap Muslih lirih.

Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Budiawan, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh terhambat oleh keterbatasan biaya.

“Kami tidak ingin ada masyarakat yang tidak mendapatkan layanan hanya karena tidak mampu. Pasien harus tetap ditangani secara maksimal. Itu adalah komitmen kami,” tegasnya.

Untuk memperkuat komitmen tersebut, RSUD Ciamis juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis.

Melalui kerja sama ini, pasien yang tidak memiliki jaminan kesehatan dapat memperoleh bantuan pembiayaan, termasuk kebutuhan selama masa perawatan.

Sinergi lintas sektor ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.

Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Ciamis di bawah kepemimpinan Bupati Herdiat Sunarya yang menekankan pentingnya pelayanan dasar yang berkualitas, terutama di bidang kesehatan.

Kisah Dilan menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan, masih ada harapan yang bisa diperjuangkan.

Kini, Dilan telah kembali ke rumahnya. Masa pemulihan masih harus dijalani, namun senyum yang kembali hadir di wajahnya menjadi tanda bahwa ia telah melewati masa sulit itu.

Bagi keluarganya, bukan hanya kesembuhan yang mereka syukuri tetapi juga kepedulian yang datang tanpa diminta, tanpa syarat, dan tanpa batas.

(TGR)

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Populer

- Advertisment -