Ciamis, sosio.com – Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Asep Rahmat, S.H., M.M., menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh berhenti pada aspek formalitas semata.
Lebih dari itu, demokrasi harus menjadi ruang komunikasi yang hidup dan berkelanjutan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Asep Rahmat saat melaksanakan kegiatan reses di Kecamatan Pamarican, Selasa (10/02/2026).
Dalam kegiatan tersebut, ia berdialog langsung dengan warga untuk menyerap aspirasi serta mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya.
Menurut Asep, interaksi langsung dengan masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan kebersamaan. Dari komunikasi yang terbuka dan jujur, lanjut dia, akan lahir kepedulian serta solusi nyata atas berbagai persoalan sosial.
“Proses itu adalah kewajiban. Dengan proses kita bisa berinteraksi, dari interaksi terbangun komunikasi. Dari komunikasi lahir silaturahmi, dan dari silaturahmi muncul kepedulian,” ujar Asep
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi wilayah Pamarican dan sekitarnya, Asep Rahmat yang saat ini bertugas di Komisi D DPRD Ciamis menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, seni budaya, serta olahraga. Dalam forum reses tersebut, isu pendidikan dan kesehatan menjadi dua topik utama yang paling banyak disampaikan masyarakat.
Asep Rahmat menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas masa depan daerah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama daya saing dan kemajuan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Asep mengungkapkan keberhasilannya memfasilitasi beasiswa pendidikan pelayaran bagi salah satu putri terbaik asal Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, yang kini menempuh pendidikan di sekolah pelayaran di Cirebon.
“Beasiswanya dari semester satu hingga lulus selama tiga tahun. Ini bukan janji, tetapi bukti. Anak desa Kertahayu bisa disiapkan untuk bersaing dengan putra-putri terbaik se-Indonesia, bahkan di tingkat global,” tegasnya.
Menurut Asep, sektor kemaritiman memiliki peluang yang sangat besar bagi masa depan bangsa, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya, khususnya di Pamarican dan Kabupaten Ciamis.
“Kita ingin lahir lebih banyak anak-anak yang berkompetensi, bukan hanya satu atau dua orang. Laut itu peluangnya tidak terbatas, tinggal bagaimana kita menyiapkan SDM-nya,” jelasnya.
Selain pendidikan, Asep Rahmat juga menyoroti pentingnya jaminan layanan kesehatan bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang tidak boleh diabaikan.
“Tidak ada satu pun dari kita yang tahu kapan sakit datang. Karena itu, negara wajib hadir melalui sistem jaminan kesehatan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit negeri maupun swasta, tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan pelayanan medis, karena hal tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam bidang kesejahteraan sosial, Asep Rahmat menilai bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat harus dibarengi dengan penguatan ekonomi lokal. Lingkungan yang kondusif bagi usaha, terbuka terhadap kompetisi yang sehat, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk berikhtiar, menjadi faktor penting dalam mendorong kesejahteraan.
“Kesejahteraan tidak berdiri sendiri. Pendidikan, kesehatan, dan ekonomi harus berjalan beriringan,” tandasnya.
Menutup kegiatan reses, Asep Rahmat berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi awal dari komunikasi yang terus terjalin antara dirinya dan masyarakat.
“Semoga ini bukan pertemuan terakhir, tetapi awal dari silaturahmi dan komunikasi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Eddy Ejen )




