Ciamis, sosio.com,- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat secara resmi mengukuhkan jajaran Pengurus Pusat dalam sebuah acara khidmat yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 ribu jamaah yang datang dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di seluruh Indonesia dan memadati seluruh area Masjid Istiqlal.
Pengukuhan Pengurus MUI Pusat tersebut dirangkaikan dengan kegiatan bertajuk “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”, yang menjadi momentum spiritual sekaligus kebangsaan bagi umat Islam.
Acara tersebut turut dihadiri Presiden Republik Indonesia beserta jajaran Kabinet Merah Putih, para duta besar negara sahabat khususnya dari negara-negara Muslim serta para tokoh ulama dan cendekiawan Muslim nasional.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat, K.H. Anwar Iskandar, dalam suasana penuh kekhusyukan, ketertiban, dan semangat persatuan umat. Pengukuhan menandai dimulainya masa khidmat kepengurusan baru MUI Pusat yang diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya secara optimal di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Momentum tersebut menjadi penegasan kembali posisi MUI sebagai wadah pemersatu ulama dan umat Islam Indonesia, sekaligus sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui munajat bersama, umat Islam memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, stabilitas nasional, serta kemajuan Indonesia di masa depan.
Pantauan di lokasi menunjukkan Masjid Istiqlal dipenuhi jamaah dari berbagai latar belakang ormas dan kelompok Islam.
Kebersamaan lintas elemen umat tersebut mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan komitmen kolektif untuk menjaga harmoni, persaudaraan, dan kedamaian di tengah keberagaman bangsa.
Salah seorang peserta yang hadir, K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag., yang akrab disapa Ang Icep, menilai bahwa kegiatan pengukuhan ini memiliki makna yang jauh melampaui sekadar seremoni kelembagaan.
“Pengukuhan ini menegaskan peran MUI sebagai penjaga moral umat sekaligus mitra strategis pemerintah. Munajat bersama yang dipanjatkan hari ini merupakan ikhtiar batin umat Islam untuk keselamatan bangsa, penguatan persatuan nasional, serta masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Acara pengukuhan dan munajat bersama berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama bagi para pemimpin bangsa serta harapan akan keselamatan, kesejahteraan, dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. (Eddy Ejen)




