Ciamis, sosio.com,- Seleksi calon Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memasuki tahapan awal dengan pelaksanaan Tes Computer Assisted Test (CAT) yang digelar pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di MAN 1 Darussalam. Tes ini diikuti oleh para peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Salah satu peserta, Drs. H. Lili Miftah, M.BA, yang kembali mengikuti seleksi tahun ini, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja tim seleksi dan panitia pelaksana.
Menurutnya, profesionalisme panitia patut diacungi jempol karena mampu menciptakan suasana seleksi yang objektif, disiplin, dan tertib.
“Yang paling harus diapresiasi itu tim seleksi dan panitia. Mereka sangat profesional. Dengan panitia yang profesional, peserta juga otomatis dituntut untuk bersikap profesional,” ujarnya.
Ia menuturkan, para peserta yang mengikuti seleksi kali ini merupakan figur-figur dengan jam terbang tinggi, sehingga aspek kedisiplinan dan manajemen waktu menjadi perhatian utama.
Meski telah memiliki pengalaman panjang, para peserta tetap dituntut memberikan performa terbaik dalam setiap tahapan seleksi.
“Walaupun kita mungkin sudah lima tahun di kantor atau punya pengalaman, tetap saja kita harus memberikan yang terbaik. Dalam seleksi ini, semua peserta diposisikan sama, tidak ada yang diistimewakan,” tegasnya.
Tes CAT sendiri berlangsung selama dua jam dengan total 150 soal. H. Lili mengaku mampu menyelesaikan seluruh soal dalam waktu sekitar satu jam lebih.
Ia menyebutkan bahwa strategi terpenting adalah mengisi seluruh soal tanpa mengosongkan jawaban.
“Yang penting diisi semua. Soal pajak tadi Alhamdulillah saya yakin bisa menjawab dengan baik. Kalau pun ada salah satu dua soal, itu masih wajar dan toleran,” ujarnya.
Seleksi selanjutnya dijadwalkan pada 5 Februari 2026, yakni tahap penulisan makalah yang akan dilanjutkan dengan wawancara.
Terkait hal tersebut H. Lili menyatakan kesiapan dirinya, terutama karena makalah yang diminta berkaitan dengan visi dan arah pengelolaan BAZNAS ke depan.
“Makalah itu kan berbicara tentang visi ke depan. Karena saya incumbent, saya sudah tahu sejauh mana kinerja selama lima tahun terakhir dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Semua sudah by system, terukur, dan tahapan-tahapannya jelas,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam menyusun makalah, dirinya tidak sekadar bersifat normatif atau menebak-nebak, melainkan berdasarkan pengalaman langsung dan evaluasi kinerja yang telah berjalan.
Menutup pernyataannya, H. Lili menyerahkan sepenuhnya hasil seleksi kepada Allah SWT, seraya menekankan pentingnya ikhtiar maksimal dalam setiap proses.
“Optimisme itu urusan Allah. Tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin. Soal hasil, itu bukan hak kita. Kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Eddy Ejen)




