Ciamis, sosio.com,- Tokoh masyarakat Kabupaten Ciamis menyampaikan apresiasi kepada Panitia Seleksi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis atas pelaksanaan seluruh tahapan seleksi yang dinilai berjalan dengan baik, profesional, dan transparan.
Saat ini, proses seleksi telah memasuki tahap krusial. Dari 14 nama calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis, telah mengerucut menjadi 10 nama yang selanjutnya akan diseleksi kembali untuk ditetapkan menjadi 5 besar calon pimpinan BAZNAS periode 2026–2031.
Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Ciamis, Kiyai Aep Saeful Millah, menyampaikan sejumlah masukan yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan Panitia Seleksi dalam menentukan pimpinan BAZNAS ke depan. Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, BAZNAS sebagai lembaga umat perlu dikelola oleh pimpinan yang mampu merepresentasikan berbagai elemen umat Islam di Kabupaten Ciamis.
“BAZNAS adalah lembaga milik umat. Karena itu, sudah selayaknya pimpinan yang terpilih ke depan mewakili berbagai unsur dan organisasi kemasyarakatan Islam yang selama ini memiliki peran nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebutkan beberapa unsur ormas Islam yang patut mendapat ruang representasi, antara lain Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP),Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis),serta unsur umat Islam lainnya yang aktif dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan komposisi pimpinan yang beragam, Kiyai Aep menilai kepercayaan publik terhadap BAZNAS akan semakin kuat. “BAZNAS akan terasa sebagai milik bersama, bukan milik satu kelompok tertentu,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberagaman unsur pimpinan juga akan mempermudah upaya menjaring dan meningkatkan jumlah muzakki di Kabupaten Ciamis. Kepercayaan muzakki, menurutnya, merupakan kunci utama keberhasilan pengelolaan zakat.
“Jika pimpinan BAZNAS berasal dari berbagai unsur ormas Islam, maka akan lebih mudah mengajak masyarakat menunaikan zakat, meningkatkan kesadaran zakat profesi dan zakat mal, memperluas jaringan muzakki hingga pelosok desa, serta memperkuat sinergi dakwah zakat di seluruh kecamatan,” jelasnya.
Dengan meningkatnya kepercayaan dan partisipasi muzakki, potensi zakat di Kabupaten Ciamis diyakini dapat tergali dan dikelola secara lebih optimal.
Kiyai Aep juga menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran zakat.
Menurutnya, zakat yang dikelola oleh pimpinan yang kuat, amanah, dan dipercaya umat akan lebih efektif membantu para mustahik yang benar-benar membutuhkan.
“Zakat harus sampai kepada fakir miskin, anak yatim dan dhuafa, guru ngaji dan pejuang dakwah, santri tidak mampu, serta masyarakat kecil yang membutuhkan modal usaha. Dengan begitu, zakat bukan hanya menjadi laporan administrasi, tetapi benar-benar menjadi jalan kesejahteraan umat,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, tokoh masyarakat berharap proses penetapan 5 besar calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis dapat menghasilkan sosok-sosok yang amanah, profesional, diterima oleh semua kalangan, serta mampu mewakili unsur ormas Islam yang ada.
“Harapan kami, BAZNAS Kabupaten Ciamis ke depan semakin maju, jumlah muzakki terus bertambah, dan para mustahik benar-benar merasakan manfaat zakat,” pungkasnya. (Eddy Ejen)




