Ciamis, Sosio.com,- Azkiya Namira sukses meraih medali emas pada ajang Assyauqi Horsebow Competition 3 yang digelar hari Minggu 28 Desember 2025 di Kabupaten Indramayu,
Azkiya Namira tampil pada kategori U12 Putri (SD kelas 4–6) jarak 10 meter dan menunjukkan performa gemilang sejak babak awal hingga final. Dalam kejuaraan yang diikuti oleh 320 peserta dari berbagai daerah tersebut, Azkiya mampu tampil konsisten dan unggul atas para pesaingnya.Senin 29/12/2025.
Atlet muda asal Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis ini tidak hanya berhasil meraih Juara Bantalan Medali Emas, tetapi juga dinobatkan sebagai Juara Umum Medali Emas pada kategori yang diikutinya. Capaian tersebut menjadi bukti kualitas teknik, mental tanding, serta kedisiplinan latihan yang dimiliki Azkiya di usia yang masih sangat muda.
Assyauqi Horsebow Competition 3 merupakan ajang terbuka yang diselenggarakan oleh SMP Qur’an Assyauqi Boarding School Indramayu. Kejuaraan ini menjadi salah satu wadah pembinaan dan pengembangan minat serta bakat generasi muda dalam olahraga panahan berkuda. Kompetisi ini terbagi ke dalam berbagai kategori usia dan jarak tembak, serta dikenal sebagai ajang bergengsi di tingkat regional.
Keberhasilan Azkiya Namira tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Ciamis di kancah kompetisi panahan berkuda. Prestasi ini sekaligus mencerminkan besarnya potensi atlet-atlet muda Indonesia dalam cabang olahraga tradisional yang sarat nilai budaya dan karakter.
Dengan raihan medali emas dan gelar juara umum tersebut, Azkiya membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih prestasi gemilang, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju atlet profesional berprestasi di level yang lebih tinggi.
Azkiya menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya. “Alhamdulillah, ini menjadi kesempatan yang sangat berharga sekaligus kebanggaan. Bisa membawa nama Ciamis di ajang berskala nasional adalah kehormatan tersendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, sang ayah, Diki, mengaku bangga atas dedikasi dan semangat putrinya dalam menekuni olahraga panahan berkuda. “Saya selalu mendukung cita-cita anak saya. Meski harus menempuh perjalanan jauh dan melelahkan, yang terpenting adalah ia terus berkembang dan menikmati prosesnya,” tuturnya.
Semangat dan kerja keras Azkiya Namira diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan melestarikan olahraga tradisional.
Kehadiran atlet-atlet muda seperti Azkiya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Ciamis sekaligus mendorong daerah lain untuk terus mengembangkan potensi generasi muda melalui olahraga yang berkarakter dan bernilai budaya tinggi.(Ejen)




