spot_imgspot_img

Siswi MTs di Ciamis Alami Depresi Diduga Akibat Bullying, Kini Hanya Terbaring Lemah

- Advertisement -

Ciamis, sosio.co. Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Ciamis berinisial NV dilaporkan mengalami depresi mental setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Ciamis. Kondisi tersebut, menurut keterangan pihak keluarga, telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir.

Ibu korban menuturkan, perubahan perilaku NV bermula saat dirinya diantar pulang oleh teman-temannya dari sekolah. Saat itu, NV disebut tidak enak badan dan sempat menunjukkan emosi yang tidak biasa di lingkungan sekolah, hingga akhirnya diputuskan untuk dipulangkan lebih awal.

“Waktu itu anak saya diantar pulang sama teman-temannya. Katanya NV tidak enak badan dan sempat marah-marah di sekolah,” ujar ibu korban.

Sejak kejadian tersebut, kondisi NV berangsur berubah. Ia kerap terlihat melamun seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat. Saat diajak berbicara, responsnya sering tidak nyambung, bahkan sempat tidak mengenali atau lupa dengan nama teman-temannya sendiri.

“Sejak pulang itu, dia sering melamun. Kalau diajak ngomong suka tidak nyambung, bahkan sampai lupa nama temannya,” lanjutnya.

Khawatir dengan kondisi tersebut, pihak keluarga sempat membawa NV ke sejumlah pengobatan alternatif karena menduga adanya faktor non-medis. Namun, setelah beberapa kali menjalani pengobatan, kondisi NV tidak menunjukkan perubahan signifikan.

“Sempat kami bawa ke pengobatan alternatif karena dikira seperti kerasukan, tapi tidak ada perubahan. Tetap saja diam seperti orang banyak pikiran,” kata ibunya.

Titik terang mulai muncul ketika sang ibu mencoba berkomunikasi secara lebih intens dan perlahan. NV akhirnya mulai merespons dan mengungkapkan bahwa dirinya diduga kerap menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah.

Perundungan tersebut, menurut pengakuan NV, tidak hanya berupa hinaan verbal, tetapi juga diduga melibatkan kekerasan fisik. Bahkan, ia mengaku kerap dijauhi oleh teman-temannya karena latar belakang keluarganya.

“Pas ditanya pelan-pelan, dia mulai merespon. Katanya sering dibully, dipukul, dan dihina. Bahkan ada yang bilang jangan temani NV karena dia orang miskin,” ungkap sang ibu.

Mendengar hal tersebut, ayah NV mengaku sangat terpukul dan kecewa. Ia tidak menyangka perlakuan tersebut berdampak besar terhadap kondisi mental anaknya hingga kini hanya bisa terbaring lemah.

“Saya sangat kecewa. Tidak menyangka anak saya diperlakukan seperti itu sampai mengalami depresi. Sekarang dia hanya bisa tidur terlentang di kasur,” ujar ayah NV.

Pihak keluarga berharap adanya perhatian serius dari pihak sekolah maupun instansi terkait agar kasus ini dapat ditangani secara menyeluruh. Mereka juga berharap kondisi NV segera membaik dan kejadian serupa tidak terulang pada siswa lainnya.

(TGR)

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Populer

- Advertisment -