spot_imgspot_img

200 Jiwa Warga Israel Jadi Korban Serangan Militer Hamas

Serangan militer Hamas dengan ribuan roket menghancurkan sebagian besar wilayah Israel. Tercatat lebih dari 200 warga Israel tewas dalam serangan tersebut.

Melansir media The Times of Israel Lebih dari 1.000 orang Israel alami luka-luka dan dalam kondisi kritis.

Hal itu disebabkan oleh serangan besar-besaran Hamas yang dimulai sejak pukul 06.30 waktu setempat, Sabtu (7/10).

Tidak hanya itu, kelompok militer Hamas dilaporkan telah berhasil masuk ke komunitas wilayah selatan Israel dan melakukan penyerangan.

Dalam Pernyataan publik Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memastikan bahwa serangan roket ke wilayah Israel dilakukan oleh kelompok militer Hamas. Ia menegaskan bahwa situasi negara sedang berperang.

“Warga Israel, situasi negara dalam keadaan berperang. Kita akan balas dan memenangi perang ini,” kata Netanyahu, seperti dilansir dari The Times of Israel, Minggu (08/10).

Netanyahu menambahkan bahwa serangan balasan akan segera dimulai terhadap musuh, dalam pernyataannya sekitar 5 jam semenjak serangan roket ke wilayah Israel.

Sebelumnya, militer Hamas telah mengklarifikasi bahwa sekitar 5.000 roket telah diluncurkan ke wilayah Israel melalui jalur Gaza.

“Kami sudah putuskan akan mengakhiri semua kejahatan musuh (Israel), serangan mereka kepada kami akan berakhir,” ujar kelompok milisi Hamas.

“Dalam serangan ini kami beri nama Operasi Al-Aqsa, serangan pertama kami dalam waktu 20 menit yang lebih dari 5.000 roket,” tambahnya.

Di lain pihak, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa kelompok militer Hamas telah mengajak perang kepada Israel.

“Kelompok Hamas harus bertanggungjawab atas serangan ini. Kesalahan terbesarnya ialah mengancam berperang melawan Israel,” ungkapnya dalam pernyataan seperti dikutip dari AFP, Sabtu (07/10).

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman, Yordania menyampaikan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam serangan roket kelompok militer Hamas ke Israel di jalur Gaza.

Baca Juga: 10 Kota Terpanas Menurut BMKG

“Kedudukan besar RI di Amman telah mengecek informasi di jalur Gaza dan sejauh ini tidak ada informasi WNI yang menjadi korban,” laporan KBRI Amman seperti dikutip dari Antara, Minggu (08/10).

KBRI Amman juga telah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang berada di wilayah tersebut untuk selalu waspada dan menghindari tempat-tempat konflik.

Selain itu, KBRI mengimbau para WNI untuk tidak melakukan kunjungan wisata ke sekitar wilayah tersebut.

Menurut catatan KBRI, jumlah WNI yang berdomisili di wilayah Gaza yakni sejumlah 13 orang.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Populer

- Advertisment -