spot_imgspot_img

Presiden Turki Batalkan Kunjungan ke Israel, Ini Sebabnya

Nasional, Sosio: Presiden Turki, Erdogan batalkan kunjungan ke Israel karena perang Gaza yang tidak manusiawi di Gaza.

Presiden Turki itu mengatakan warga Gaza Palestina menderita hukuman kolektif dan membela Hamas sebagai pembebas. Selain itu  menurutnya hubungan kedua negara tidak akan membaik.

“Kami memiliki sebuah proyek untuk pergi ke Israel, namun dibatalkan dan kami tidak akan pergi,” kata Erdogan di Parlemen pada, Rabu (25/10).

Pernyataan pemimpin Turki tersebut memperpanjang kemerosotan hubungan antara Ankara dan Israel. Diketahui keduanya telah memiliki hubungan maju-mundur selama bertahun-tahun.

Pernah menjadi sekutu regional yang erat, Turki membekukan hubungan dengan Israel pada tahun 2010.

Hal tersebut setelah pasukan militer Israel melakukan penyerbuan terhadap sebuah kapal Turki yang sedang menuju Gaza dengan membawa pasokan bantuan dan menewaskan 10 warga sipil.

Meskipun kedua negara memulihkan hubungan pada tahun 2016, Turki kembali mengusir utusan Israel pada tahun 2018.

Hal tersebut dikarenakan tindakan keras Israel yang mematikan terhadap para pengunjuk rasa Palestina yang melakukan aksi damai di perbatasan Gaza.

Kemarahan Erdogan tampaknya akan membuat hubungan kembali membeku sekali lagi setelah tanda-tanda baru-baru ini menunjukkan bahwa hubungan kembali membaik.

Erdogan bertemu langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kalinya bulan lalu di sebuah pertemuan PBB di New York.

Di sana, kedua pemimpin membuka pintu bagi potensi kerja sama di berbagai bidang seperti energi, teknologi, dan keamanan siber.

Namun, ketika bom-bom Israel menghujani Gaza untuk minggu ketiga akhirnya menyebabkan lebih dari 6.500 orang meninggal dunia.

Kemudian serangan tersebut memicu komentat dari presiden Turki untuk melakukan beberapa tindakan.

“Tentu saja kami memiliki niat baik, namun [Netanyahu] menyalahgunakannya,” kata Erdogan.

Baca Juga: Lanjutan Kasus Dugaan Pemerasan Ketua KPK Terhadap SYL

Ia menerangkan jika dia melanjutkan niat baiknya, hubungan antara keduanya akan berjalan dengan baik.

Erdogan, yang telah memimpin Turki selama dua dekade, adalah seorang pendukung vokal perjuangan Palestina.

Ia telah melontarkan kritik keras terhadap Israel sejak ledakan rumah sakit yang mematikan di Jalur Gaza yang terkepung pada tanggal 17 Oktober lalu.

“Masyarakat internasional tidak bangkit menghadapi tantangan dalam menghadapi serangan rezim Israel yang melanggar hukum dan tidak terkendali terhadap warga sipil,” kata Erdogan.

Dalam pidatonya pada hari Rabu di hadapan parlemen, presiden Turki juga memuji Hamas sebagai “pembebas” yang berjuang untuk “melindungi tanah dan rakyat mereka”.

Para pejuang Hamas keluar dari Jalur Gaza yang terkepung pada tanggal 7 Oktober dan menyerang warga Israel.

Menurut para pejabat Israel serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.400 orang dan menawan lebih dari 220 orang.

Erdogan diperkirakan akan menghadiri rapat umum pro-Palestina di Istanbul pada hari Sabtu yang diselenggarakan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Populer

- Advertisment -