spot_imgspot_img

Bank Berlomba-lomba Jadi Pembeli Pertama Bursa Karbon Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan beberapa bank yang sudah membeli Unit Karbon di perdagangan Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon).

Perdagangan ini untuk pertama kali diperkenalkan oleh BEI tepatnya pada, Selasa (26/9).

Diketahui beberapa bank yang sudah membeli Bursa Karbon Indonesia adalah:

  1. PT Bank BCA
  2. PT Bank Mandiri
  3. PT Bank BNI Sekuritas
  4. PT Bank BRI Danareksa Sekuritas
  5. PT Bank CIMB Niaga
  6. PT Bank DBS Indonesia

Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI menyebutkan tujuan dari bank-bank di atas yaitu untuk mendapatkan gelar green bank yang memiliki prinsip memberikan pembiayaan yang berkelanjutan.

“Dengan membeli Unit Karbon, merupakan salah satu upaya melabelkan sebagai green bank,” tutur Direktur Utama BEI pada konferensi pers pada Selasa (26/9) di Gedung BEI.

Bukan hanya bank, perusahaan lain pun banyak yang turut dalam Bursa IDX Karbon, diantara perusahaan itu adalah:

  1. PT Pertamina Patra Niaga
  2. PT Pertamina Hulu Energi
  3. PT Pelita Air Service
  4. PT Pamapersada Nusantara
  5. PT MMS Group Indonesia
  6. PT Multi Optimal Riset dan Edukasi
  7. PT CarbonX Bumi Harmoni

Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) sebagai penyedia Unit Karbon di perdagangan peluncuran pertama kali ini menyediakan Unit Karbon itu sendiri dari Unit 5 Proyek Lahendong serta 6 unit PT Pertamina Geothermal Energy.

Baca Juga: Matteo Messina Denaro GodFather Meninggal Dunia Membawa Rahasia Mafia

Direktur Utama BEI juga menyebutkan, tercatat 459.495 ton Unit Karbon yang terjual melalui 24 kali transaksi pembelian hanya sampai pukul 11.00 WIB.

“IDX Carbon berusaha secara transparansi, keandalan, serta keamanan untuk solusi terbaik di Indonesia pada perdagangan karbon dan menjadikan perdagangan ini efisien,” tutur Iman Rachman

Di sisi yang lain, Presiden RI yakni Jokowi menyebutkan bahwa Bursa Karbon Indonesia dalam perdagangan perdana nya berpotensi mencapai hingga Rp3.000 triliun.

“Bursa Karbon Indonesia potensinya bisa lebih dari Rp3.000 triliun. Pastinya bisa menjadikan peluang ekonomi baru yang berlanjut serta ramah lingkungan sesuai dengan tujuan dunia, yaitu ekonomi hijau,” Pungkas Jokowi.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Populer

- Advertisment -