spot_imgspot_img

Cara Jitu Mengajarkan Anak Belajar Alfabet, Dijamin Efektif Banget!

Parenting, Sosio: Gak perlu panik dan merasa tertinggal dengan anak seusianya! Begini cara jitu mengajarkan anak belajar alfabet yang dijamin efektif.

Seperti yang diketahui, belajar membaca adalah salah satu skill dasar yang harus dikuasai anak.

Namun, anak idealnya harus bisa lebih dulu belajar mengenal huruf dan alfabet agar perkembangan bahasa anak meningkat sebelum masuk sekolah nantinya.

Hal ini karena mengenal alfabet adalah dasar untuk anak bisa membaca dan menulis.
Mengenalkan alphabet ke anak sudah dapat dilakukan sejak usia si Kecil 2-3 tahun.

Setelah terbiasa mengenal huruf, si Kecil akan mulai bisa membedakan angka dan huruf ketika di umur 4 tahun. Melansir dari berbagai laman, ternyata ada beberapa cara efektif untuk mengajarkan anak mengenal huruf.

Belajar Satu Alfabet Setiap Minggu

Para orang tua dapat mencoba mengajarkan
satu huruf alfabet per minggu supaya si Kecil bisa lebih familiar dengan bentuk dan cara melafalkannya. Misalnya, minggu ini mengajak anak belajar mengenali huruf “B”.

Pada beberapa hari pertama, orang tua dapat menunjuk seperti apa bentuk huruf B dan bagaimana cara menyebutnya.

Kemudian, mulailah tunjukkan benda-benda di sekitar rumah yang namanya diawali dengan huruf B, seperti botol, boneka, bantal, bando dan lain sebagainya.

Pada sisa minggu tersebut, ajak anak bermain “harta karun” untuk menemukan benda-benda yang berhubungan dengan huruf B.

Misalnya, orang tua dapat menaruh buku, baju, batu, dan bola di dalam keranjang, Jangan langsung memberi tahu anak-anak huruf apa yang dilambangkan oleh kotak ‘harta karun’ itu.

Tanyakan apakah mereka dapat menebak huruf yang akan mereka liput minggu itu dengan mengamati benda-benda di dalam kotak saja.

Menyambungkan Huruf dengan Bendanya

Saat orang tua berusaha mengenalkan huruf kepada anak, orang tua dapat mengajarkan anak dengan cara menyambungkan huruf dengan benda terkait.

Hal ini karena mengulang-ulang belajar alfabet saja bisa terasa sebagai rutinitas yang membosankan bagi anak.

Jadi, orang tua bisa mengombinasikan belajar huruf dengan pelajaran baru. Setelah beberapa hari mengulang-ulang belajar huruf, misalnya “A”, orang tua dapat mulai menambahkan pengetahuan baru yang terkait dengan huruf “A”.

Misalnya, tanyakan kepada anak-anak, ‘benda apa yang berwarna merah?’ Jika si Kecil bisa menjawab dengan “Apel”, orang tua dapat mengajak anak belajar lebih dalam tentang “Apel” karena dimulai dengan huruf “A”.

Misalnya, mengajari anak bahwa apel berasal dari biji yang kemudian tumbuh menjadi pohon apel. Apel juga memiliki banyak jenis, ada yang merah dan hijau, dan seterusnya.

Dengan metode seperti ini, anak tidak hanya belajar tentang huruf tapi juga hal-hal baru yang mungkin belum pernah ia ketahui sebelumnya.

Mencari Kegiatan yang Berhubungan dengan Alfabet

Sebisa mungkin orang tua dapat mencari kegiatan untuk belajar huruf yang bukan hanya mengasah satu kemampuannya saja.

Orang tua dapat memanfaatkan pembelajaran sensorik untuk mengasah kemampuan beberapa indera yang berbeda agar meningkatkan pembelajaran.

Perlu diketahui, anak-anak cenderung belajar lebih baik ketika melakukan kegiatan multi-indera saat sedang belajar alfabet.

Bagikan

Komentar

Artikel Terkait
- Advertisment -spot_img

Populer

- Advertisment -